SELAMAT DATANG DI "SD IT PERMATA PROBOLINGGO di Jalan IKAN TONGKOL Gang II/06 Mayangan - Probolinggo" KLIK BENDERA UNTUK PILIH BAHASA"
English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Selasa, 14 Maret 2023

Unjuk Amal Shaleh Kelas 4 SDIT Permata Kenekaragaman Budaya Di Indonesia Dalam bentuk Diorama

Rabu, 8 Maret 2023, Unjuk Amal Shaleh Kelas IV, Pembuatan diorama keanekaragaman budaya di Indonesia, SDIT Permata Kota Probolinggo. 

Belajar juga merupakan suatu proses yang dilakukan individual untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan sebagai hasil pengalaman individu itu sendiri dalam interaksi dengan lingkungan, belajar merupakan proses dari perkembangan hidup manusia. Dengan belajar manusia melakukan perubahan-perubahan bahan kualitatif individual sehingga tingkah lakunya berkembang, semua aktifitas dan prestasi hidup tidak lain dari hasil belajar. Belajar adalah suatu proses dan bukan suatu hasil. Karena itu belajar berlangsung secara aktif dan itegratif dengan menggunakan berbagai bentuk perbuatan untuk mencapai suatu tujuan. 

Salah satu yang di pelajari kelas IV SDIT Permata adalah keanekaragaman budaya yang ada di Indonesia. Seperti, adat, SDA, tarian, makanan khas, senjata mupun budaya yang ada. Pada kegiatan unjuk amal shaleh kali ini pengabungan dua kegiatan pembelajaran menjadi satu kesatuan yang membuat pembelajaran lebih menyenangkan. Seperti mengabungan materi SBdP dengan Muatan pembelajaran PPKN dan IPS dalam satu kegiatan pembelajaran yakni pembuatan diorama.  Secara keseluruhan kegiatan kali ini di ikuti sebanyak 116 siswa dari 4 kelas A, B C dan D dengan 5 guru pendamping. Masing-masing kelas dibentuk 7 kelompok dengan pengerjaan sesuai provinsi yang ditugaskan

Diorama yang dibuat pada unjuk amal shaleh kali ini adalah tentang keanekaragaman budaya yang ada di inidonesia. Indonesia memiliki warisan budaya yang kaya. Wilayah kepulauan yang membentang dari Sabang hingga Merauke membuat Indonesia memiliki keragaman budaya dari berbagai suku bangsa. Berdasarkan sensus Badan Pusat Statistik pada tahun 2010, ada lebih dari 300 kelompok etnik atau 1.340 kelompok suku bangsa di Indonesia. Keanekaragaman ini mencetuskan semboyan Bhineka Tunggal Ika yang berarti berbeda-beda tapi tetap satu. Meski memiliki aneka ragam suku, budaya, agama, dan golongan, Indonesia tetaplah satu kesatuan. Semboyan tersebut mengukuhkan bahwa sejatinya keragaman yang ada di negeri kita ini merupakan kekayaan dan keindahan bangsa Indonesia yang tidak dimiliki oleh negara lain.

Foto 2
Hasil Pembuatan diorama Provinsi Jawa Barat Oleh salah satu kelompok

Berbagai keragaman tersebut melahirkan bentuk keragaman budaya Indonesia. Keragaman budaya tersebut beraneka macam, seperti rumah adat, upacara adat, pakaian adat tradisional, tarian adat tradisional, alat musik dan lagu tradisional, senjata tradisional, bahkan beragam makanan khas.

Diorama merupakan pajangan statis yang memiliki latar depan tiga dimensi dan latar belakang yang rata untuk membuat suatu pemandangan realistis. Latar depan biasa berupa sebuah lanskap dengan model-model masyarakat, hewan, kendaraan, perlengkapan atau bangunan. Latar belakang alamiah mungkin berupa foto, gambar atau lukisan. Diorama biasanya dimuat di sebuah kotak dengan sisi kotak tersebut menyediakan sebuah latar belakang. Sudut-sudut dibelakang atau keseluruhan bagian belakang tersebut mungkin membulat untuk menyediakan ilusi kedalaman dan cahaya bisa ditambahkan untuk efek khusus diorama biasanya di rancang untuk menghasilkan kejadian dan pemandangan masa lalu dan masa sekarang atau untuk menggambarkan gambar pemandangan.

Tujuan dari penggunaan media tiga dimensi adalah sebagai berikut: 

a. Mengatasi kesulitan yang muncul ketika mempelajari objek yang telalu besar. 

b. Untuk mempelajari objek yang telah terjadi. 

c. Untuk mempelajari objek yang tak terjangkau fisik.

d. Untuk mempelajari objek yang mudah dijangkau tetapi tidak memberikan keterangan yang memadai provensi, suku, adat dan budaya

e. Untuk mempelajari konstruksi yang abstrak. 

f. Untuk memperlihatkan proses dari objek yang luas. 

Dapat disimpulkan bahwa tujuan dari diorama ini adalah untuk mengatasi kesulitan dalam mempelajari benda-benda yang terdapat di masa lalu ataupun yang tidak terjangkau oleh indera masusia.

Membuat Model Diorama Proses perencanaan sebuah model pertama-tama adalah pengumpulan foto-foto, gambar, serta gambaran keseluruhan dari objek asli atau meneliti objek aslinya. Berdasarkan data tersebut mereka membuat sketsa model yang akan mereka rencanakan pembuatannya. Penggambarannya sering di ungkapkan dari sudut pandang: depan, samping, dan atas. Dengan bantuan kertas, kardus, lem, gunting, selotip, tali. dapat membuat jenis-jenis model seperti: miniatur-miniatur rumah, pohon, papan lalu lintas, mobil, dll. Kertas, dibuat dengan banyak warna yang dibutuhkan agar bisa memperkaya alam jangkauan yang sangat luas. Serta dapat menjelaskan kondisi kebudayaan disuatu provinsi tertentu dengan maskimal.

Setelah proyek pembuatan diorama pada kegiatan unjuk amal shaleh ini selesai masing-masing kelompok mempresentasikan hasil diorama kebudayaannya. Mereka begitu asntusias dalam menyampaiakan materi. Apa yang mereka ketahui dari budaya suatu daerah mereka sampaikan secara detail. Sungguh kegiatan pada unjul amal shaleh kali ini betul-betul menyenangkan dan menjadikan kegiatan pembelajaran mengalir serta kondisi pembelajaran sangat hidup.

Semoga kegiatan kali ini menjadi awal bangkitnya semangat mereka dalam menuntut ilmu khusunya dalam mempelajari kesenian serta kebudayaan yang ada dibangsanya yakni budaya Indonesia yang beranekaragam.

Foto 3
Senyuman siswa siswi kelas 4 B dengan Diorama yang telah dihasilkan





UNJUK AMAL SHOLEH KELAS 6 SDIT PERMATA TEMA “MATINUL KHULUQ”




Assalamualaikum Wr. Wb.

Alhamdulillah jumpa lagi dengan kegiatan Unjuk Amal Sholah Kelas VI SDIT Permata. Kegiatan Unjuk Amal Sholeh Kelas VI kali ini bertema "Matinul Khuluq" yang diwujudkan dalam bentuk pentas drama. yang dilaksanakan pada hari Rabu, 08 Maret 2023 diikuti oleh siswa kelas 6 sebanyak 113 siswa dengan 6 guru pendamping bertempat di SDIT Permata Kampus II. Kegiatan ini terdapat 16 kelompok yang masing-masing kelas ada 4 kelompok (2 kelompok putra dan 2 kelompok putri). Dalam menunjang pembelajaran siswa di semester 2, kegiatan ini bertujuan untuk melatih siswa dalam bermain peran sesuai dengan cerita yang ingin ditampilkan. Unjuk Amal Sholeh ini dilaksanakan guna untuk mengembangkan kreativitas siswa dengan menyalurkan bakat dan minat dalam belajar bermain peran pada sebuah drama cerita fiksi maupun non fiksi.

Adapun rincian kegiatannya, pukul 07.00 WIB sampai Pukul 07.30 WIB para siswa melaksanakan sholat dhuha berjamaah dan murajaah, kemudian pukul 07.30 WIB sampai 08.00 WIB para siswa berkumpul untuk pemaparan materi tentang kriteria penilaian drama. Kriteria penilaiannya meliputi Ekspresi, Pelafalan kata/kalimat, Intonasi, Kepercayaan diri, Penghayatan dan Kostum. Setelah pemaparan materi pukul 08.00 WIB sampai 10.30 siswa menampilkan drama sesuai dengan nomor urut undian yang telah mereka ambil, 

Drama Bawang Merah dan Bawang Putih

Drama Murid Nakal yang Insaf

Setelah beberapa kelompok tampil kami memberikan waktu untuk para siswa istirahat (Snack Time) selama 30 menit. Setelah istirahat penampilan kelompok berikutnya mulai pukul 11.00 WIB sampai 11.45 WIB, tidak terasa waktunya untuk persiapan sholat duhur berjamaah dan makan siang

Pukul 13.00 WIB sampai 14.00 WIB penampilan kelompok berikutnya. 

Drama Penggembala dan Domba

Drama Raja dan Putrinya

Drama Malin Kundang

Drama Keong Mas

Setelah semua kelompok tampil, 
tim dewan juri melakukan penilaian dengan kriteria yang telah ditentukan dan Hasil penilaian dewan juri diperoleh pemenang sebagai berikut :

Ø  Juara 1 : kelas 6B Putri (kelompok 8 )

Ø  Juara II : kelas 6C Putra (kelompok 15)

Ø  Juara III : kelas 6A Putra (kelompok 9)

Ø  Juara Harapan I : kelas 6D Putra (kelompok 12) 

Perwakilan Kelompok untuk Menerima Hadiah

Kegiatan ini sangat meriah hal ini dapat kita lihat dari begitu antusiasnya para siswa menyiapkan drama, pernak pernik yang akan mereka perankan dan mengikuti dari awal sampai akhir. Mudah-mudahan hasil pelaksanaan kegiatan Unjuk Amal Sholeh Kelas VI bisa menjadi motivasi kepada adik kelas I-V dalam memotivasi dan mengasah kreativitas siswa dalam bermain peran. Selamat kepada para siswa-siswi  terbaik. Terimakasih telah mengikuti kegiatan kali ini, sampai jumpa dikegiatan selanjutnya.

Wassalamualaikum Wr. Wb.


 

Komentar